Hotman Silalahi Resmi Tersangka di Polres Samosir

Editor: kairos author photo

 

Abdi Purba dan Tumbur Silalahi. foto | istimewa

kairos - HOTMAN Silalahi Cs tersangka, begitulah nasib pria terduga melakukan pengrusakan tanaman milik Tumbur Silalahi, warga Lumban Dolok-Tolping, Desa Martoba Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir. Polres Samosir resmi menetapkan Hotman Silalahi dan Chongli sebagai tersangka dalam kasus pengrusakan.

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Suhartono yang dihubungi wartawan via telepon, Kamis (27/1/2022) membenarkan Hotman Silalahi Cs sudah ditetapkan sebagai tersangka.

''Keduanya, bang. Hotman dan Chongli,'' kata Suhartono.

Saat ditanya, kenapa tersangka Hotman Silalahi Cs tidak ditahan lantaran berpotensi kembali membuat 'keonaran' termasuk memprotes statusnya jadi tersangka ke Polda Sumut, AKP Suhartono berupaya menjawab secara diplomatis.

''Bagaimana kita mau menahan bang. Kerugian pun cuma Rp 3 juta. Kalau dia (red, tersangka Hotman Cs) mau protes ke Polda Sumut, itu urusan dia. Mau kemana pun dia mengadu gak masalah. Itu pun kita lihat nantilah,'' kata Suhartono.

Sekadar diketahui, setelah Laporan Pengaduan atas nama Tumbur Silalahi masuk ke Polres Samosir pada 4 Juni 2021, pengaduan warga Tolping itu sempat 'jalan di tempat' selama beberapa bulan.

Namun berbagai elemen masyarakat mendorong agar Polres Samosir bekerja ekstra lebih cepat sehingga kasus pengrusakan tanaman ubi dimaksud mendapat titik terang.

Pada 10 Januari 2022, baru ditemui titik terang, terduga pelaku Hotman Silalahi Cs resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Rinto Sitohang, Ketua Umum Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) yang dihubungi secara terpisah menyebut, sejatinya kinerja Polres Samosir bisa lebih ekstra cepat.

''Lain kali, polisi harus lebih cekatan menangani setiap perkara. Jangan memakan waktu sampai berbulan-bulan seperti kasus ini,'' sindir Rinto Sitohang yang dihubungi di Bandung-Jawa Barat.

Tak Ada yang Menang dalam Perkara Perdata

Dari catatan KAIROS, Hotman Silalahi tidak saja dilaporkan dalam kasus pidana. Dalam perkara perdata pun Hotman Silalahi digugat ke Pengadilan Negeri Balige. Hanya saja, vonis hakim PN Balige pada awal Januari 2022 itu memutuskan tidak ada yang menang, tidak ada pihak yang kalah. 

Kedua pihak antara Hotman Silalahi dan penggugat Jahamsah Silalahi masih sama sama berhak menempati lokasi obyek perkara yang disengketakan.

''Kalau pengacara mereka menyebut bahwa mereka sudah menang dalam perkara perdata, itu hanya menghibur hati Hotman Silalahi. Sejatinya tak ada yang menang, tak ada yang kalah dalam vonis hakim itu, menunggu diketahui siapa sebenarnya pemilik sah obyek perkara yang dilengkapi data otentik,'' kata Abdi Purba, SH pengacara penggugat.

reporter | bram

Share:
Komentar

Berita Terkini