Minum Air Dingin Bikin Ginjal Rusak, Benarkah?

Editor: kairos author photo

 

Inilah plus minum minum air dingin. foto | klikdokter

kairos - TAK sedikit orang percaya, minum air dingin dapat memberikan efek samping terhadap kesehatan ginjal.  Kemudian, anggapan ini diperkuat lewat pengobatan tradisional Ayurveda dari India yang mengatakan minum air dingin menyebabkan ketidakseimbangan pada tubuh dan memperlambat proses pencernaan. Benarkah begitu?

Dokter Muhammad Iqbal Ramadhan mengatakan kabar minum air dingin dapat merusak ginjal ternyata mitos. 

“Itu tidak benar atau mitos karena tubuh manusia memiliki kemampuan termoregulasi,” jelasnya. 

Termoregulasi merupakan proses yang memungkinkan tubuh untuk mempertahankan suhu internal inti. 

Mekanisme termoregulasi ini dirancang untuk mengembalikan tubuh Anda pada keadaan homeostasis atau keseimbangan.

Melansir Healthline, suhu tubuh manusia rata-rata berada di angka 37-37,8 derajat Celsius.

Tubuh akan merespons dengan berbagai cara untuk membantu mengembalikan suhu tubuh ke keadaan normal. 

Ketika minum air dingin, air yang masuk ke dalam tubuh akan disesuaikan sistem termoregulasi tubuh. 

Sebelum sampai ke ginjal, air masuk melalui mulut melewati kerongkongan, lambung dan usus halus. 

Kemudian air akan diserap vena portal ginjal baru, kemudian baru masuk ke dalam ginjal. 

Karena sudah melewati proses termoregulasi, suhu air dingin yang masuk ke dalam ginjal sudah dalam kondisi normal.

“Air dingin atau air panas tidak akan memengaruhi kesehatan ginjal ataupun organ-organ lainnya,” katanya.

Namun, dr Iqbal memperingatkan sering minum air dingin juga dikaitkan dengan tercetusnya penyakit migrain.

Selain itu, dikutip dari MedicineNet, minum air dingin seringkali menyebabkan “cold stress” pada tubuh dan menimbulkan beberapa kondisi berikut ini:

> vasokonstriksi pada lapisan saluran pernapasan. Artinya, pembuluh darah di tenggorokan menyempit sebagai respons terhadap dingin.

> Dapat mengurangi pergerakan silia (tonjolan seperti rambut di lapisan tenggorokan), yang berfungsi menghalangi virus dan bakteri saat menempel di tenggorokan.

> Dapat mengurangi sementara jumlah sel darah putih (yang menjaga tubuh).

> Dapat mengurangi pelepasan sitokin (bahan kimia yang meningkatkan respons imun terhadap infeksi).

Minum Obat dengan Air Dingin, Apakah Diperbolehkan Secara Medis?

Jadi, sebaiknya kurangi konsumsi air dingin, terutama saat cuaca dingin atau musim hujan. Anda bisa mengonsumsi air minum suhu normal atau suhu ruangan (20-25 derajat celsius).

Tapi air dingin disebut baik dan cepat untuk membakar lemak tubuh, terutama sebelum ada setelah berolahraga.

sumber\foto | KlikDokter

reporter \ yey

asli

Share:
Komentar

Berita Terkini