Waspadai, 2 Efek Samping Minum Air Panas, Mengandung Kontaminan?

Editor: kairos author photo

 

Segelas air panas yang siap diminum. foto | liputan6

kairos – AIR minum sangatlah penting, tetapi advokat kesehatan telah menekankan tentang alternatif pentiungnya minum air panas.

Ada sedikit bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa air panas memiliki manfaat. Sebaliknya meminumnya dapat memiliki beberapa efek samping yang serius.

Berikut ini efek samping dari minum air panas yang dapat membahayakan Anda menurut artikel Stylecraze.

1. Bisa Melepuh

Air panas dapat menyebabkan luka bakar internal. Orang yang minum air panas 90 derajat celsius dapat mengalami edema laringofaring yang mengahalangi sebagian saluran pernapasan.

Cedera pembakaran laring dapat terjadi dengan konsumsi makanan panas yang berlebihan, termasuk air panas.

Puncak endema yang sesuai dalam waktu 6 hingga 24 jam setelah cedera. Ketika air panas bersentuhan dengan kulit, sel-selnya akan rusak oleh panas.

Panas ekstream juga dapat menyebabkan kerusakan luas pada jaringan. Karena air mendidih dapat menyebabkan luka bakar tingkat tiga.

Ini dapat menghancurkan seluruh bagian dalam kulit keika air tumpah ke kulit Anda. Ini dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut secara internal.

2. Memiliki Banyak Kontaminan

Ada sedikit penelitian tentang aspek ini, tetapi air panas mungkin mengandung kontaminan. Sistem air panas seperti boiler atau tangki memiliki bagian logam.

Hal ini dapat menimbulkan korosi dan mencemari air yang dikandungnya. Air panas dapat melarutkan kontaminan ini lebih cepat daripada air dingin.

Meskipun menggunakan air panas dari filter air bisa menjadi pilihan yang lebih aman, tetap saja akan ada risiko yang terlibat.

Air panas melarutkan bahan internal jauh lebih cepat daripada air dingin. Hal ini bisa menyebabkan masalah dalam jangka panjang.

Minum air panas dapat menyebabkan kerusakan tak terduga yang semuanya bersifat fisik. Jika Anda memiliki kebiasaan minum air panas, sebaiknya anda harus berhati-hati.

sumber\foto | Pikiran-Rakyat \ liputan6

reporter | mey

Share:
Komentar

Berita Terkini