Coba Mulai Ganti Nasi dengan Makan Singkong Tiap Hari, Siap-siap Dibuat Kaget

Editor: kairos author photo

 

Makan ubi, baik untuk kesehatan. foto | pixabay

kairos - Selain nasi, orang Indonesia punya banyak (jenis) makanan pokok. Mulai dari jagung, kentang, singkong, sagu dan lainnya. Tapi, kebanyakan masyarakat Indonesia tak bisa lepas dari konsumsi nasi.

Padahal, kalau makan nasi berlebihan atau terlalu sering, bisa memicu beberapa penyakit berbahaya pada tubuh.

Nah, selain nasi banyak orang kini beralih pada kentang.

Padahal, ada makanan pokok yang lebih sehat lagi, yaitu singkong.

Selain lezat sebagai makanan, singkong juga memiliki khasiat yang menakjubkan untuk kesehatan tubuh.

Bahkan singkong disarankan sebagai pilihan sumber karbohidrat pengganti asupan nasi, nih!

Singkong memang sering dianggap makanan kampung.

Bahkan banyak yang menganggap remeh ketela pohon ini.

Padahal, kita dianjurkan untuk ganti nasi dengan singkong, loh. Kenapa?

Manfaat Makan Singkong

Siapa yang menyangka singkong ternyata memiliki indeks glikemik yang cenderung aman yakni 55.

Dikutip dari WebMD, singkong juga mengandung vitamin C, tiamin, riboflavin, dan niasin yang baik.

Apalagi singkong adalah sumber pati resisten, yang menurut para ilmuwan dapat meningkatkan kesehatan usus seseorang dengan membantu memelihara bakteri usus yang bermanfaat.

Sebab pati resisten tetap relatif tidak berubah saat mereka melewati saluran pencernaan.

Hal ini tentu baik karena dengan saluran pencernaan yang baik, akan membuat metabolisme dalam tubuh pun ikut membaik yang akhirnya berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.

Maka jangan kaget jika kita rutin mengonsumsi singkong sebagai pengganti nasi, khasiat ini akan didapatkan tubuh.

1. Turunkan risiko gangguan metabolik

Gangguan metabolik merupakan sekumpulan gejala yang menunjukkan tingginya risiko diabetes dan penyakit jantung.

Sindrom metabolik biasanya ditandai dengan peningkatan kadar gula darah, kadar kolesterol, dan lingkar pinggang, di antara faktor-faktor lainnya.

Singkong kaya akan flavonoid dan serat yang melindungi diri dari perkembangan sindrom metabolik dan komplikasinya.

2. Mempercepat penyembuhan luka

Singkong kaya vitamin C, yakni sekitar 42,4 miligram per cangkir. Jumlah tersebut telah memenushi sekitar 50 % kebutuhan harian vitamin C bagi orang dewasa.

Vitamin C adalah prekursor penting untuk kolagen, yang merupakan komponen struktural dalam jaringan kulit.

Asupan vitamin C yang cukup juga membantu sel tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri sehingga luka cepat sembuh.

3. Turunkan tekanan darah

Kalium dapat menurunkan tingkat tekanan darah dan dapat membantu menyeimbangkan asupan natrium yang meningkatkan tekanan darah.

Sementara itu, singkong mengandung kalium yang sangat tinggi.

Secangkir singkong mengandung sekitar 558 miligram kalium, menyediakan 16 persen hingga 21 % dari rekomendasi harian.

4. Bantu Jaga berat badan

Meskipun tinggi kalori, singkong juga kaya akan serat dan pati resisten yang meningkatkan kesehatan bakteri usus.

Penelitian menunjukkan serat dari umbi-umbian mengurangi keinginan akan konsumsi makanan asin, manis, dan tinggi lemak.

Serat dalam singkong juga berdampak positif pada mikrobioma usus, meningkatkan rasa kenyang.

sumber\foto | sajiansedap.grid

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini