Supaya Cepat Pulih Setelah Kamu Cabut Gigi...

Editor: kairos author photo

 

Ada beberapa hal yang harus dilakoni setelah kamu selesai mencabut gigi.foto | klikdokter

kairos - USIA dewasa butuh pencabutan gigi karena berbagai alasan. Ketahui perawatan apa setelah cabut gigi, lewat papara berikut ini.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan dokter gigi perlu mencabut gigi Anda. Cabut gigi bisa dilakukan ketika terjadi kerusakan parah pada gigi, infeksi atau pembusukan gigi, terdapat penyakit gusi, hingga kondisi gigi berjejal.

Dokter gigi biasanya akan memberitahu perawatan setelah cabut gigi. 

Perawatan itu biasanya mencakup pantangan dan anjuran makanan yang harus dikonsumsi serta hal yang harus mencabut gigi.

drg Wiena Manggala Putri menjelaskan, sebagian besar perawatan setelah pencabutan gigi akan berfokus kepada pembekuan darah. Perdarahan ringan yang terjadi hingga 24 jam setelah ekstraksi atau pencabutan gigi adalah hal normal.

“Sebenarnya untuk perawatan pencabutan gigi, Anda hanya perlu patuhi semua instruksi yang sudah diberikan dokter gigi. Kemudian, konsumsi obat yang  diberikan oleh dokter,” jelas drg Wiena.

Beberapa tips tambahan setelah cabut gigi:

1. Istirahat Cukup

Beristirahatlah setidaknya selama 24 jam pertama setelah gigi dicabut. Istirahat dapat memulihkan tenaga serta membantu tubuh mempercepat proses pemulihan usai cabut gigi.

2. Gunakan Kain Kasa

Penting untuk meletakan kain kasa di tempat gigi yang dicabut, setidaknya selama beberapa jam supaya gumpalan darah dapat terbentuk. Ganti kain kasa apabila sudah terlalu basah atau sesuai keperluan.

3. Jangan Berkumur dan Meludah

Sebisa mungkin hindari berkumur karena dapat mengeluarkan gumpalan darah yang telah terbentuk dan memperlambat waktu penyembuhan. Sementara itu, meludah juga dapat mengeluarkan bekuan darah.

4. Hindari Minum Pakai Sedotan

Jangan menggunakan sedotan untuk minum pascapencabutan gigi. Hal itu dapat memberi banyak tekanan pada luka bekas cabut gigi.

Gerakan mulut saat menggunakan sedotan juga dapat dengan mudah mengeluarkan bekuan darah.

5. Hindari Bersin

Bila memungkinkan, hindari bersin setelah cabut gigi bagian atas. Bersin dapat membuat tekanan di kepala dan berisiko mengeluarkan gumpalan darah yang sedang terbentuk.

6. Stop Merokok

Disarankan untuk berhenti merokok pascacabut gigi. Kebiasaan ini dapat menyebabkan tekanan di mulut seperti penggunaan sedotan.

Merokok juga dapat menyebabkan infeksi dan menghambat proses penyembuhan setelah cabut gigi.

7. Minum Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan bekas cabut gigi.

Konsultasikan kepada dokter gigi untuk meminta rekomendasi obat pereda nyeri yang sesuai dengan kondisi Anda.

8. Gunakan Kompres Dingin

Anda bisa memberikan kompres dingin di area pipi, tepatnya di bagian tempat gigi dicabut menggunakan kantong es atau handuk bersih berisi es batu. Gunakan cara ini selama 10-20 untuk mengurangi rasa nyeri.

9. Pakai Bantal Tambahan saat Tidur

Ketika tidur, gunakan bantal tambahan untuk membuat posisi kepala Anda lebih tinggi. Berbaring terlalu datar dapat membuat darah mengumpul di kepala dan memperlama waktu penyembuhan gusi.

10. Hindari Konsumsi Makanan yang Terlalu Keras

Setelah menjalani tindakan pencabutan gigi, Anda dianjurkan menghindari makanan yang teksturnya keras, seperti keripik, permen, dan daging.

Disarankan untuk mengonsumsi makanan lunak, seperti bubur, sup hangat, buah, puding, dan yoghurt.

11. Setelah 24 Jam, Kumur dengan Air Hangat dan Garam

Menurut, drg. Wiena, campuran garam dan air hangat membantu membunuh bakteri di mulut dan dapat mencegah infeksi di mulut. Anda juga dapat menggunakan obat kumur yang direkomendasikan oleh dokter gigi.

Kapan Harus Kembali ke Dokter Gigi?

Normalnya, proses penyembuhan pascacabut gigi dapat berlangsung hingga 10 hari. Hal itu dapat dipengaruhi oleh usia dan seberapa baik Anda mematuhi anjuran dan menghindari pantangan dari dokter gigi.

Setelah bekuan darah terbentuk, sangat penting untuk menjaga agar pendarahan tidak kembali terjadi.

Namun, Anda harus kembali memeriksa ke dokter gigi bila mengalami tanda berikut:

> Rasa nyeri dan bengkak semakin parah.

> Perdarahan yang tidak membaik seiring waktu.

> Demam

> Mual atau muntah.

> Mengalami nyeri parah yang menyebar ke telinga.

> Keluar cairan dari luka yang terasa atau berbau busuk.

sumber\foto | KlikDokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini