Usai ''Gituan'', Wanita Berkalung Emas Dibunuh Pacar Berstatus Pelajar

Editor: kairos author photo

  

Pacar korban yang berstatus pelajar saat diamankan polisi. foto | metrokampung

kairos - TEKA-TEKI kematian Imelda (21) yang ditemukan di kubangan air pada Kamis (3/2/2022) pagi silam, terbongkar. 

Warga Dusun IV Desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang itu ternyata dibunuh sang pacarnya, seorang pelajar salah satu sekolah di Kabupaten Deli Serdang.

Pelaku berinisial MSB (17) pun diciduk polisi. Sebelum ditemukan tewas Imelda dijemput dari rumahnya untuk diajak jalan-jalan oleh pelaku.

Setiba di areal persawahan tepatnya di bekas galian di Dusun Mesjid Desa Aras Kabu Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang, pelaku mengajak korban untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri sah.

"Namun selama perjalanan terjadilah cekcok antara korban dengan pelaku. Lelaki itu cemburu terhadap korban yang dicurigainya berpacaran dengan pria lain,"jelas 

Kompol Irsan Sinuhaji, Kapolresta Deli Sedang didampingi Kasat Reskrim, Kompol Kadek l Kadek H Cahyadi menjabarkan hal itu saat mengungkap kasus pembunuhan dimaksud, Senin (7/2/2022).

Kapolresta menjelaskan, setelah cekcok mereka menuju ke lokasi terjadinya pembunuhan. Mereka berdua sepakat untuk berhubungan badan di tempat itu.

Irsan menjelaskan, pembunuhan terjadi setelah mereka berhubungan badan.

“Hubungan badan antara korban dengan pelaku setelah keduanya selesai memakai pakaian dengan lengkap. Tiba-tiba pelaku mendorong korban dengan kedua tangannya, sehingga korban jatuh ke dalam kubangan air,” urai Kapolres.

Setelah korban jatuh, ujar Kapolresta, pelaku juga ikut terjun ke dalam kubangan dan juga dengan kedua tangan pelaku menenggelamkan korban ke dasar air kurang lebih 5 menit.

Saat itu korban sempat berteriak dan melakukan perlawanan dengan mencakar dan menggigit pelaku,

“Bekas perlawanan itu dibuktikan juga ada luka bekas cakaran di bagian tubuh dan tangan pelaku dan juga ada luka bekas gigitan korban di tangan pelaku,” sambungnya.

Setelah dilakukan kurang lebih 5 menit, pelaku naik ke pinggir kolam memastikan bahwa korban sudah tidak bergerak (bernyawa) lagi. Kemudian pelaku kembali pulang beraktivitas seperti biasa di kampung halamannya. 

"Pelaku dijerat pasal 340 sub pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup.

sumber\foto | metrokampung

reporter | bram

asli

Share:
Komentar

Berita Terkini