Saat Olahraga, Ini Kesalahan yang Sering Kamu Lakoni

Editor: kairos author photo

 

Beberapa hal yang sering dianggap salah sebelum berolahraga. foto | klikdokter

kairos - MEMANG olahraga, salah satu hal yang penting untuk menjaga kesehatan Anda. Sayangnya, tanpa disadari, sering kali banyak orang melakoni kesalahan dalam olahraga.

Bukannya bermanfaat, olahraga yang 'sembrono' justru berisiko membahayakan diri Anda sendiri.

Perhatikan beberapa kesalahan dalam olahraga yang sering dilakukan di bawah ini:

1. Melewatkan Pemanasan

Supaya otot lebih fleksibel sebelum ditempa, Anda perlu melakukan pemanasan. Sebab, otot dan tendon yang sudah ‘dipanaskan’ tidak akan robek dengan mudah. Artinya, jika sudah melakukan pemanasan, risiko cedera dapat berkurang.

Sebelum berolahraga, pemanasan terlebih dulu yang meliputi peregangan otot dan berjalan di tempat.

Pemanasan agar peredaran darah, suhu tubuh, dan oksigen mengalir ke otot lebih banyak. Tindakan ini pun akan mempersiapkan otot untuk perubahan yang akan terjadi ketika berolahraga.

2. Tidak Konsisten Berolahraga

Berolahraga hanya di akhir pekan kurang efektif bila dibandingkan dengan yang dilakukan secara rutin beberapa kali seminggu.

Memadatkan porsi olahraga seminggu ke dalam satu hari akan meningkatkan risiko mengalami cedera.

Berolahraga aerobik 20-30 menit per harinya sebanyak 5 kali seminggu. Ini agar dapat mencapai 150 menit olahraga intensitas sedang.

3. Mengangkat Beban Berlebihan

Ini salah satu kesalahan dalam olahraga yang perlu Anda waspadai. 

Mengangkat beban yang begitu berat dan terlalu cepat akan meningkatkan risiko cedera. Apalagi jika Anda sudah lama tidak berolahraga.

Hal ini akan memudahkan robeknya otot maupun struktur penunjang di sekitarnya.

Mulailah dengan menggunakan beban yang ringan dan angkat beberapa kali terlebih dahulu.

Setelah terbiasa, barulah perlahan tingkatkan dengan beban yang lebih berat secara bertahap, sesuai kemampuan.

4. Tidak Memberi Otot Kesempatan untuk Beristirahat

Hindarilah melakukan olahraga secara berlebihan sampai membuat otot tidak berhenti bekerja. 

Ingat, latihan penguatan pada suatu kelompok otot butuh jeda selama 48 jam. Artinya, Anda sebaiknya melakukannya 2 hari sekali.

Jeda berguna untuk membangun kembali otot yang telah dilatih dan membuang produk sisa.

Sebagai contoh, apabila olahraga untuk melatih bahu dan lengan dilakukan pada hari Selasa dan Kamis, Anda bisa melatih otot bokong dan paha di hari Rabu dan Jumat.

5. Kurangnya Hidrasi

Tidak cukup minum juga menjadi salah satu kesalahan dalam berolahraga. Mengapa demikian? 

Olahraga membuat tubuh mengalami penurunan kadar cairan serta elektrolit, karena Anda berkeringat. Akibatnya, asam laktat menumpuk pada otot serta dapat memicu kram otot. 

Cara untuk mencegahnya adalah dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Air akan memberi bantalan pada sendi sekaligus menstabilkan tekanan darah dan detak jantung.

Orang yang sehat membutuhkan 6-8 gelas cairan per hari. Kebutuhan ini akan meningkat ketika berolahraga.

Makanya, air putih saja terkadang tidak cukup. Jika perlu, minuman olahraga bisa Anda konsumsi untuk menggantikan elektrolit yang terbuang.

6. Postur yang Buruk

Kesalahan olahraga berikutnya berkaitan dengan postur tubuh ketika latihan. Berhati-hatilah jika Anda kerap kali mengabaikan hal ini.

Berolahraga dengan postur membungkuk dan rounded shoulder memberi Anda risiko terhadap cedera punggung dan bahu, seperti robeknya tendon pada bahu.

Jadi ketika berolahraga, cek postur Anda di cermin. Jaga punggung tetap lurus dan sejajar dengan kepala.

Bila perlu, minta pelatih untuk memperhatikan serta membetulkan postur Anda.

7. Nutrisi yang Salah

Usai berolahraga, apakah Anda memperhatikan asupan makanan setelahnya? 

Banyak yang berpikir bahwa olahraga intensitas berat saja dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, nyatanya nutrisi yang menyertainya pun memegang peran penting.

Tak hanya untuk mengontrol berat badan Anda, nutrisi dari makanan akan membantu agar massa tubuh berasal dari otot, bukan lemak.

8. Mementingkan Kuantitas Dibandingkan Kualitas

Tidak sedikit orang yang berpikir bahwa durasi memegang peran penting untuk mencapai target latihan. 

Perlu diketahui, berjam-jam di tempat Anda berolahraga belum tentu menjamin menurunnya massa lemak dan meningkatnya massa otot.

Waktu yang berkualitas ketika berolahraga ditentukan oleh setidaknya 3 hal, yakni:

> Intensitas, atau seberapa ringan-beratnya Anda berolahraga.

> Jenis latihan Anda.

> Progresivitas, yakni menambah volume latihan yang Anda lakukan secara bertahap.

> Konsultasikan kepada pelatih olahraga untuk mendapatkan waktu olahraga yang berkualitas dan cocok untuk Anda.

9. Tak Punya Rencana

Sering kali pemula berolahraga secara asal-asalan, tanpa menyesuaikannya dengan tujuan berolahraga. Disadari atau tidak, ini merupakan salah satu kesalahan olahraga.

Tak hanya tujuan yang tidak tercapai, Anda juga akan kehilangan waktu dan kesempatan untuk memahami dan menguasai suatu latihan.

Tetapkan tujuan Anda berolahraga. Setelahnya, pilihlah latihan yang sesuai dengan tujuan Anda tersebut. Kemudian, lakukan dengan rutin.

Itu beberapa kesalahan dalam olahraga yang sering kali ditemui. Semoga info ini bermanfaat.

sumber\foto | KlikDokter

reporter | yey

asli

Share:
Komentar

Berita Terkini