Badan Kamu Lemas saat Puasa, Mungkin Mengalami Kondisi Ini

Editor: kairos author photo

 

Banyak faktor yang menyebabkan badan lemas saat puasa. foto | klikdokter

kairos - MENGELUH badan lemas saat puasa, memang sering terjadi. Tapi, jangan sepelekan karena mungkin kamu mengalami kondisi lain.

Nah, keluhan badan lemas saat puasa adalah hal yang kerap terjadi. Ya, tentu saja karena Anda tidak mengonsumsi makanan dan minuman sejak subuh hingga senja hari. Sudah pasti Anda akan kehilangan tenaga.

Saat tubuh terasa lemas, aktivitas Anda pun bisa terganggu. Alhasil, Anda jadi tidak mood untuk melakukan apa pun, termasuk saat sedang bekerja. 

Untuk mengantisipasinya, Anda perlu tahu apa saja kondisi yang menjadi faktor penyebab lemas saat berpuasa:

1. Kebanyakan Mengonsumsi Karbohidrat Olahan

Karbohidrat bisa menjadi sumber energi cepat. Saat Anda mengonsumsinya, tubuh memecah karbohidrat menjadi gula, yang dapat digunakan untuk bahan bakar. 

Namun, makan terlalu banyak karbohidrat olahan justru bisa membuat Anda merasa lelah sepanjang hari.

Ketika gula dan karbohidrat olahan dikonsumsi, keduanya menyebabkan gula darah meningkat cepat. Karbohidrat olahan memang cepat membuat tubuh bertenaga, tapi kadar gula darah juga cepat anjlok. Akibatnya, Anda jadi mudah lemas.

2. Kualitas Tidur yang Buruk

Kurang tidur bisa menjadi penyebab badan lemas saat puasa. Apalagi orang yang berpuasa memang sering kali tidak cukup tidur. 

Tubuh melakukan banyak hal saat Anda tidur, termasuk menyimpan memori dan melepaskan hormon yang mengatur tingkat metabolisme dan energi Anda.

Menurut American Academy of Sleep Medicine, orang dewasa membutuhkan rata-rata 7 jam tidur per malam untuk kesehatan yang optimal. 

Karena itu, solusinya adalah tidurlah lebih awal agar Anda bisa bangun untuk makan sahur dalam kondisi yang bugar.

3. Tidak Cukup Aktif Secara Fisik

Jika Anda kurang aktif secara fisik, Anda akan mudah mengalami kondisi badan lemas. Penelitian juga menunjukkan bahwa berolahraga dapat mengurangi rasa lelah. 

Saat berpuasa Anda sebenarnya dianjurkan untuk tetap berolahraga agar kondisi fisik senantiasa bugar. 

Waktu yang Anda pilih pun bervariasi, bisa sebelum buka puasa, atau beberapa saat setelah sahur. Lakukan secukupnya dalam durasi dan intensitas yang tidak memberatkan puasa Anda.

4. Tidak Cukup Kalori

Mengonsumsi terlalu sedikit kalori ketika sahur dapat menjadi alasan kenapa saat puasa badan Anda terasa lemas. 

Tubuh Anda menggunakan kalori untuk bergerak dan memicu proses seperti bernapas. Kebanyakan orang membutuhkan minimal 1.200 kalori per hari untuk mencegah perlambatan metabolisme.

Ketika Anda makan terlalu sedikit kalori, metabolisme Anda melambat untuk menghemat energi, yang berpotensi menyebabkan kelelahan. Kebutuhan kalori seseorang tergantung pada berat badan, tinggi badan, usia, dan faktor lainnya.

5. Tidur pada Waktu yang Salah

Tidur di waktu yang salah dapat mengurangi energi Anda. Terlalu lama tidur di siang hari, bukannya di malam hari, akan mengganggu ritme sirkadian tubuh Anda.

Penelitian menemukan ketika pola tidur Anda tidak selaras dengan ritme sirkadian Anda, kelelahan kronis dapat berkembang. 

Ini menjadi masalah umum di kalangan orang yang bekerja dengan sistem shift atau kerja malam. Kondisi ini juga rentan dialami oleh orang yang berpuasa.

6. Kekurangan Protein

Asupan protein yang rendah bisa memengaruhi kondisi badan Anda. Mengonsumsi protein telah terbukti meningkatkan laju metabolisme dan membuat kenyang lebih lama ketimbang karbohidrat atau lemak.

Dalam sebuah penelitian di Korea Selatan, ditemukan bahwa mahasiswa yang mengonsumsi makanan berprotein tinggi seperti ikan, daging, telur dan kacang-kacangan – setidaknya dua kali sehari – ternyata jarang mengalami kelelahan.

Jadi, jika Anda tidak ingin mengalami badan lemas saat puasa, pilihlah menu sahur yang kaya kandungan protein.

7. Dehidrasi

Dehidrasi juga bisa menjadi alasan kenapa saat puasa Anda merasa lemas dan pusing. Dehidrasi terjadi ketika Anda tidak minum cukup cairan untuk menggantikan air yang hilang lewat urine, feses, keringat, dan napas. 

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa dehidrasi ringan dapat menyebabkan tingkat energi yang lebih rendah dan penurunan kemampuan untuk berkonsentrasi

Untuk mencegah dehidrasi, minumlah air yang cukup saat sahur, buka puasa, dan malam hari setelah buka puasa. 

8. Stres Kronis

Stres kronis memiliki efek mendalam pada tingkat energi dan kualitas hidup Anda. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa meskipun stres adalah hal yang normal, tapi tingkat stres yang berlebihan dapat mengakibatkan kelelahan. 

Selain itu, respons Anda terhadap stres bisa memengaruhi kondisi badan Anda.

Rasa lemas saat berpuasa sangatlah wajar mengingat Anda tidak makan dan minum untuk jangka waktu yang cukup lama.

Beberapa hal di atas akan membuat Anda merasa lemas lebih berat dari seharusnya. Rasa lemas tersebut biasanya akan membaik ketika Anda sudah berbuka puasa.

Namun, ada beberapa gejala lemas yang harus Anda waspadi karena jika dibiarkan akan berbahaya bagi tubuh sehingga harus diperiksakan ke dokter. Keringat dingin dan gemetar adalah dua contohnya. 

Lemas yang disertai dengan keluarnya keringat dingin dan gemetar biasanya merupakan tanda-tanda terjadinya hipoglikemia atau rendahnya gula darah yang cukup parah. Jika dibiarkan, maka Anda bisa saja kehilangan kesadaran. 

Gejala lain yang harus diperhatikan adalah ketika Anda tidak mampu lagi mengatur dan menyelesaikan berbagai tugas harian Anda, baik di kantor maupun di rumah. 

Selain akibat tidak adanya asupan makanan di siang hari, kondisi itu bisa juga disebabkan  kurangnya jam tidur akibat bangun sahur. Atau, bisa juga dipicu anemia tingkat sedang hingga berat, bahkan stres. 

Jika Anda merasa jam tidur Anda sudah sesuai tetapi masih merasa lemas, maka sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter.

sumber\foto | KlikDokter

reporter | mey

asli

Share:
Komentar

Berita Terkini