Booster Saat Puasa, Ini Efeknya Bagi Tubuh

Editor: kairos author photo

 

Efek yang mungkin ditimbulkan vaksinasi Booster saat berpuasa. foto | istock

kairos - MEMANG vaksin booster penting untuk melindungi diri dan menambah kekebalan tubuh terhadap COVID-19. Namun bolehkah terima booster saat puasa? Simaklah penjelasan dokter berikut ini.

Setidaknya menurut dokter Devia Irine Putri, dari sisi medis, mendapatkan suntikan booster saat puasa sah-sah saja. Terlepas dari efek samping yang akan terjadi, vaksin booster nyatanya tidak menimbulkan efek kesehatan fatal jika diberikan saat puasa.  

Seiring waktu, perlindungan vaksin terhadap virus dapat menurun. Makanya, vaksin dosis booster dibutuhkan mencegah infeksi virus corona, terutama di kala puasa.

Booster bisa membantu membentuk imunitas tubuh yang baik terhadap virus corona. 

Dengan menerima dosis tersebut saat puasa, sistem imun tubuh dapat lebih kuat terhadap paparan virus. 

Daya tahan tubuh yang baik memang dibutuhkan ketika berpuasa. Menurut dr Devia, KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) atau efek samping yang muncul setelah mendapat booster COVID-19 umumnya bersifat ringan dan dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. 

Efek samping booster umumnya meliputi sakit di lengan yang disuntik, merasa lelah, sakit kepala, pegal dan demam. 

Namun, beberapa orang mungkin juga tidak mendapatkan efek samping apa pun setelah mendapatkan booster. 

“Jika terjadi KIPI, pastikan untuk istirahat cukup. Jika mengalami pegal di tempat suntikan, bisa kompres dengan air dingin. Kemudian, kalau muncul demam, minum obat parasetamol dan air putih yang cukup saat berbuka puasa,” ucap dr Devia.

Selain itu, dr Devia menyarankan kamu menggunakan kompres hangat untuk membantu meredakan demam dan sakit kepala karena booster selama masih berpuasa.

foto | klikdokter

Persiapan Sebelum Vaksin Booster 

Jika mendapatkan jadwal vaksin booster ketika puasa, pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup, makan menu bergizi seimbang saat berbuka di hari sebelumnya dan sahur, serta minum air putih yang cukup.

Bila memungkinkan, terima booster di sore hari. Jadi, jika ada potensi efek samping, durasi untuk makan dan minum tidak terlalu lama menjelang berbuka puasa.

Bagi kamu yang punya riwayat penyakit tertentu, jangan lupa konsul terlebih dulu ke dokter ya.

sumber\foto | KlikDokter \ istock

reporter | yey

asli

Share:
Komentar

Berita Terkini