Didik Anak Agar tak Suka Berkata Kasar seperti Temannya, Caranya Begini

Editor: kairos author photo

 

Ragam cara mendidik anak agar tak doyan berkata kasar terhadap temannya. foto ilustrasi | pixabay

kairos - ANAK kamu doyan meniru prilaku teman yang bertutur kata kasar? Tenang, jangan panik. Berikut cara mendidik anak agar tidak berkata kasar seperti teman sepermainannya.

Memberikan waktu anak untuk bermain bersama teman-teman sebayanya merupakan salah satu cara untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.

Kendati begitu bukan berarti orangtua bisa ‘melepas’ anak begitu saja. Orangtua juga tetap perlu mengawasi, apalagi jika terdapat teman-teman sepermainan anak yang sering berkata kasar.

Apabila tidak diawasi, anak mungkin saja akan ikut-ikutan berkata kasar seperti temannya. Anda tentu tidak ingin demikian, bukan?

Adakah cara untuk mencegah anak berkata kasar? Yuk, cek tips agar anak tak berkata kasar seperti temannya.

1. Ajukan Pertanyaan soal Pendapat Anak

Pelajari lebih lanjut tentang perilaku teman-teman anak tanpa menghakimi. Orangtua dapat mengajukan pertanyaan seperti, "Ceritakan tentang temanmu. Apa yang kamu suka dari mereka? Apa yang kamu senang lakukan bersama?”.

Kemudian, Anda bisa juga menanyakan “Apa pendapatmu jika ada teman yang berbicara dengan kata-kata yang kasar?”. Pelajari sudut pandang anak mengenai perilaku teman-temannya tersebut. 

Saat Anda mengajukan pertanyaan kepada anak, hindari tindakan yang seakan mencecar atau membuat anak merasa tidak nyaman. Perhatikan pula situasi dan kondisi anak sebelum mulai mengajaknya berdiskusi. 

2. Jangan Slahkan Temannya

Dijelaskan Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, jika Anda mendapati kata kasar dari mulut anak, hindari langsung menyalahkan dirinya atau teman-temannya. Lebih baik, cari tahu terlebih dahulu dari mana anak mendapatkan kata-kata kasar tersebut. 

“Kata kasar tak selalu anak dapatkan dari pertemanan. Bisa juga dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, media sosial, atau lainnya,” ujar Gracia.

“Atas dasar itu, Jadi, tanyakan dengan lembut dari mana anak mengetahui kata-kata itu,” ucap Gracia. 

Jika anak terlanjur sering melontarkan kata kasar dan hal itu tidak sesuai dengan nilai yang ingin ditanamkan orangtua, fokuslah untuk mengoreksinya. 

Hindari menyalahkan anak, karena malah bisa membuatnya semakin tak segan untuk melontarkan kata kasar. 

3. Jadilah Contoh yang Baik

Untuk mencegah anak bertutur kata tidak sopan, orangtua perlu menjadi contoh yang baik sejak dini. 

Ajarkan anak untuk berkomunikasi dengan kata-kata yang baik dan sopan. Orangtua perlu memberikan contoh agar anak tidak sungkan mengikutinya. 

“Untuk anak yang lebih besar, boleh diajak diskusi lebih mendalam tentang dampak buruk berkata kasar bagi diri sendiri maupun orang lain,” saran Gracia. 

4. Hidari Menaruh Perhatian pada Kata-kata Kasar dari Mulut Anak

Hindari menaruh perhatian lebih pada kata-kata kasar yang diucapkan anak. Sebaliknya, berikan afirmasi dan respons baik pada setiap kata-kata atau kalimat sopan yang diucapkan anak. 

Hal itu bertujuan agar anak belajar bahwa mengucapkan kata-kata yang baik dan sopan akan membuatnya lebih dihargai.

5. Jangan Langsung Membatasi Pertemanan Anak

Menurut Gracia, orangtua sebaiknya tidak langsung membatasi ruang pertemanan anak. Hal ini khususnya jika anak belum sepenuhnya paham mengapa ia tidak boleh lagi bermain dengan teman-temannya.  

Sebaiknya, kuatkan faktor internal anak. Tanamkan nilai baik dan ajak anak berdiskusi untuk memahami hal yang menjadi perhatian orangtua. Beritahukan juga mengapa kata-kata kasar itu tidak baik untuk ditiru. 

“Diskusikan secara terbuka dan santai, agar anak bersedia mendengarkan serta memprosesnya dengan baik,” kata Gracia.

“Berilah juga kesempatan kepada anak untuk belajar memilah hal baik yang perlu dicontoh, dan hal buruk yang perlu dijauhi,” lanjutnya. Semoga bermanfaat.

sumber\foto | klikdokter\pixabay

reporter | agung

asli

Share:
Komentar

Berita Terkini