Makan Mi Instan saat Sahur, Sehatkah? Begini Faktanya

Editor: kairos author photo

 

Efek makan mi instan saat sahur. foto | klikdokter

kairos - SERING mi instan dianggap jadi pilihan praktis sebagai asupan sahur. Namun, sebenarnya sehatkah sahur dengan mi instan? Simak selengkapnya di sini.

Memilih menu sahur itu susah-susah gampang. Sebagian orang yang berpuasa akan langsung memilih mi instan sebagai makanan sahur karena terhitung praktis penyajiannya. 

Sedangkan yang lain mungkin lebih memilih menghangatkan makanan sisa makan malam, atau membuat tumis-tumis sayuran.

Tidak dimungkiri, mi instan memang mudah disajikan dan punya rasa yang nikmat. Tinggal dimasak di air mendidih selama beberapa menit, Anda bisa langsung menyantapnya. 

Dengan kandungan karbohidrat yang tinggi, mi instan diharapkan bisa bikin kenyang sehingga memungkinkan seseorang untuk menahan lapar hingga waktunya berbuka puasa.

Sayangnya, apa yang diharapkan dari makan mi instan saat sahur tidak sejalan dengan pendapat medis. Sebab, mi instan mengandung karbohidrat sederhana yang hanya memberikan rasa kenyang selama beberapa saat. 

Artinya, mi instan cepat menaikkan gula darah, tapi juga cepat menurunkannya. Sehingga, orang yang sahur dengan mi instan akan merasa cepat lapar.

Mi instan juga mengandung natrium atau garam yang tinggi. Padahal, natrium bersifat menarik air. Selain menyebabkan lebih cepat lapar, kondisi tersebut membuat Anda jadi lebih cepat haus setelah sahur dengan mi instan.

Daripada makan mi instan, akan lebih baik bila Anda mengonsumsi menu yang lebih sehat untuk sahur, misalnya sayur atau daging. Sebab, meski kalorinya tinggi, makanan itu juga bikin kenyang lebih lama karena mengandung karbohidrat kompleks yang lambat dicerna tubuh.

Bagi sebagian orang, sahur dengan mi instan bukan merupakan suatu pilihan, melainkan lebih kepada tuntutan keadaan. 

Jika Anda adalah salah satu orang yang "terpaksa" sahur dengan mi instan, berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk tetap sehat selama berpuasa:

Lengkapi mi instan dengan lauk pauk sehat seperti ayam sebagai sumber protein dan sayuran sebagai sumber serat.

Kurangi jumlah bumbu instan yang digunakan untuk membatasi konsumsi garam (tidak menggunakan semua bumbu yang dikemas).

Barengi konsumsi mi instan dengan minum air putih yang banyak untuk menghindari haus dan dehidrasi.

Tentunya perlu diingat, mengonsumsi mi instan tidak boleh dilakukan terlalu sering. Alasannya, karena mi instan bisa meningkatkan risiko penyakit yang justru merugikan Anda. 

Beberapa kondisi yang dapat timbul akibat terlalu sering makan mi instan di antaranya penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Maka itu, batasi konsumsi mi instan terlebih saat berpuasa di bulan Ramadan. Utamakan makan makanan pokok sehat bergizi lengkap seimbang jika memungkinkan. 

Apabila terpaksa makan mi instan saat sahur, Anda dapat mengikuti tips yang telah diberikan di atas untuk menjadikannya sedikit lebih sehat. 

sumber\foto | Klikdokter

reporter | yey

asli

Share:
Komentar

Berita Terkini