Daftar Perubahan pada Payudara Akibat Menopause

Editor: kairos author photo

 

Perubahan payudara saat memasuki menopause. foto | klikdokter

kairos - MENOPAUSE memengaruhi kondisi payudara. Apa saja perubahan yang akan terjadi? Berikut 3 efek menopause pada payudara wanita dan cara menanganinya.

Menjelang menopause (perimenopause) hingga menopause, akan terdapat banyak perubahan yang terjadi pada tubuh wanita, termasuk payudara.

Ini merupakan suatu kondisi yang wajar, meskipun perubahan yang muncul bisa membuat tidak nyaman. Apa saja perubahan yang terjadi pada payudara ketika menopause?

Ilustrasi Menopause pada Payudara Wanita dan Cara Mengatasinya

Berikut beberapa kondisi yang bisa terjadi pada payudara wanita di masa menopause:

1. Terasa Nyeri dan Sakit Saat Disentuh

Saat perimenopause, akan terjadi fluktuasi kadar estrogen dan progesteron tiba-tiba. Karena hal inilah payudara terasa nyeri. Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan bentuk payudara berubah lebih besar ataupun kecil.

Sebelum menopause dan wanita masih menstruasi, perubahan hormonal membuat cairan menumpuk di payudara. Hal ini membuat payudara bengkak dan sakit saat disentuh.

Biasanya nyeri akan hilang saat menstruasi berhenti dan memasuki masa menopause. Jika Anda menjalani terapi hormon selama menopause, risiko nyeri payudara juga bisa meningkat.

Untuk mengatasinya, Anda bisa mengonsumsi ibuprofen yang sebelumnya telah dikonsultasikan kepada dokter.

Selain itu, Anda bisa melakukan perubahan gaya hidup seperti mengurangi konsumsi garam dan minum lebih banyak air agar tidak dehidrasi. Pasalnya, dehidrasi ringan bisa menyebabkan retensi cairan yang memperburuk nyeri payudara.

Anda juga dapat menghindari konsumsi kafein dan melakukan diet rendah lemak jenuh yang bisa mengurangi kadar estrogen, sehingga nyeri mereda.

Beberapa cara lainnya untuk meredakan nyeri payudara antara lain:

> Menggunakan bra yang pas dan nyaman.

> Berolahraga teratur.

> Kompres hangat.

> Tidak merokok.

> Mandi air hangat.

2. Ukuran dan Bentuk Payudara Berubah

Kadar estrogen akan menurun drastis saat mendekati menopause. Kelenjar ASI juga mulai tidak berfungsi dan jaringan kelenjar payudara mulai menyusut.

Kondisi itu bisa mengurangi kepadatan payudara dan membuatnya lebih berlemak, yang akhirnya membuat payudara kendur. Payudara pun menjadi tidak penuh dan ukurannya berubah.

Belum ada cara yang terbukti efektif mengatasi payudara kendur. Namun, tampilan payudara bisa lebih baik dengan berolahraga. Olahraga bisa mengencangkan otot-otot payudara.

Untuk mengencangkan otot dada, Anda bisa push-up ataupun mengangkat beban. Jika ingin payudara terlihat lebih kencang, bisa juga gunakan bra push up ataupun underwire.

3. Benjolan di Payudara

Benjolan pada payudara selama perimenopause bisa terjadi karena penuaan maupun perubahan hormon. Selain itu, dr. Arina Heidyana mengatakan faktor fisiologis juga memengaruhi kondisi ini.

Benjolan ini bisa menjadi tanda Anda memiliki kista atau benjolan yang berisi cairan. Kista bisa berukuran seperti anggur. Benjolan ini umumnya tidak bersifat kanker.

Kista kadang bisa hilang setelah menopause. Namun, benjolan ini juga bisa menetap, khususnya bila mendapatkan hormone replacement therapy (HRT).

Meskipun benjolan bisa tergolong kista tidak berbahaya, namun dr. Arina mengatakan benjolan di payudara harus tetap diwaspadai, terlebih jika benjolan menetap, membesar, dan mengubah kondisi kulit payudara.

Perubahan pada payudara saat menopause merupakan suatu hal normal. Bila terdapat gejala-gejala berikut, tidak ada salahnya untuk memeriksakannya ke dokter:

Muncul benjolan atau bagian keras dan tebal di payudara atau bawah lengan.

Puting mengeluarkan cairan atau mengalami perubahan. Misalnya, puting masuk ke dalam payudara.

Kondisi kulit payudara berubah, misalnya kemerahan, mengerut, atau seperti kulit jeruk.

Payudara bengkak atau menyusut yang tidak diketahui penyebabnya, terutama jika hanya terjadi pada salah satu payudara.

Jika perubahan yang terjadi tidak normal, Anda bisa mempertimbangkan untuk mendapatkan pemeriksaan mammogram demi mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada jaringan payudara.

sumber\foto | klikdokter

reporter | agung

asli

Share:
Komentar

Berita Terkini