Ini Efek Samping Beras Merah untuk Bayi

Editor: kairos author photo

 

Ternyata beras merah tidak dianjurkan untuk konsumsi bayi. foto | klikdokter

kairos - WASPADALAH memberi asupan beras merah untuk MPASI si kecil. Ternyata ada bahaya beras merah untuk bayi. Setidaknya mari kita ulas di sini agar lebih jauh mengetahui dampaknya!

Saat si kecil berusia 6 bulan, itu artinya ia telah siap untuk menyantap MPASI. Pastinya Anda ingin memberikan nutrisi terbaik untuk anak, misalnya dalam pemilihan bahan MPASI.

Nasi merah kerap menjadi pilihan menu MPASI anak yang sehat. Menurut dr. Devia Irine Putri, beras atau nasi merah memiliki kandungan serat yang baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. 

Kandungan beras merah yang bermanfaat lainnya antara lain karbohidrat, protein, vitamin B, mangan, selenium, magnesium, dan antioksidan.

Tapi, Anda juga perlu waspada akan bahaya beras merah untuk bayi yang bisa saja muncul. Apa saja?

Bahaya Beras Merah untuk Bayi

Brown rice atau nasi merah dapat mengandung zat merugikan hingga menghasilkan keluhan kesehatan, antara lain:

1. Terdapat Kandungan Anti-Nutrisi 

Perbedaan beras merah dan beras putih adalah cara mengolahnya. Beras putih diproses lebih lanjut dengan menghilangkan lapisan dedak (penyosohan) dan kumannya. Sedangkan, beras merah tidak melalui proses tersebut.

Makanya dr Devia mengatakan beras merah sangat mungkin memiliki kandungan antinutrisi yang justru berdampak buruk bagi anak, karena tidak melalui proses penyosohan.

“Antinutrient adalah senyawa atau zat dari tumbuhan yang bisa mengurangi manfaat nutrisi dari makanan. Misalnya, fitat yang menghambat penyerapan kalsium dan zat besi,” ucap dr Devia. 

2. Kandungan Arsenik dalam Beras Merah

Beras menyerap arsenik dari tanah. Beras merah memiliki kadar arsenik anorganik lebih tinggi dibanding beras putih, karena masih mengandung dedak (lapisan luar padi atau biji-bijian).

Paparan arsenik tingkat tinggi dalam jangka panjang dapat berkontribusi pada peningkatan risiko kanker. Namun, beberapa pakar kesehatan mengatakan Anda bisa memasak beras merah dengan air yang banyak untuk mengurangi kandungan arseniknya.

Dilansir dari Healthline, memasak nasi merah dengan air yang lebih banyak dan mengurasnya dapat menurunkan kandungan arsenik anorganik 40-60 persen. 

Namun, memasak beras dengan air berlebih sayangnya dapat mengakibatkan hilangnya beberapa nutrisi. 

3. Risiko Alergi 

Risiko alergi beras merah memang jarang terjadi. Namun, bukan berarti si kecil bebas dari kemungkinan tersebut.

Protein di dalam makanan bisa menyebabkan reaksi alergi. Bayi bisa saja memiliki alergi terhadap kandungan protein yang ada di dalam beras merah.

Untuk mengetahui apakah suatu makanan dapat memicu alergi, cobalah perkenalkan anak kepada satu makanan baru saja pada satu waktu. Hal ini memudahkan Anda memantau tanda-tanda reaksi alergi.

Jika anak mengalami gejala-gejala di bawah ini usai mengonsumsi nasi merah, periksakan kepada dokter segera:

> Ruam merah dan gatal

> Mengi

> Muntah

> Diare

> Sulit bernapas

Karena risiko kesehatan dari beras merah pada bayi, dr Devia menyarankan untuk mencoba memberikan MPASI menggunakan beras putih terlebih dulu.

“Beras putih lebih mudah dicerna ketimbang beras merah. Yang terpenting, tetap penuhi kebutuhan makro dan mikro nutriennya. Tetap ada sumber karbo, protein (dari hewan dan tumbuhan), lemak, serta sayuran dan buah,” ucap dr. Devia.

Itulah penjelasan bahaya atau efek samping beras merah untuk bayi. Semoga info ini bermanfaat. 

sumber\foto | KlikDokter 

reporter | yey

asl!

Share:
Komentar

Berita Terkini