Manfaat Menopause Terlambat, Bikin Memori Lebih Baik?

Editor: kairos author photo

 

Ada manfaat jika terlambat menopause. foto ilustrasi | klikdokter

kairos - ADA anggapan yang menyebut bahwa menopause terlambat bikin fungsi memori tetap optimal. Apakah medis setuju dengan anggapan ini? Cek fakta selengkapnya di sini!

Menopause merupakan fase yang menyebabkan banyak perubahan pada wanita. Selain dari sisi hormonal, kondisi ini juga konon bisa menurunkan daya ingat atau fungsi memori.

Sehubungan dengan itu, terdapat temuan yang menyebut bahwa wanita yang terlambat menopause memiliki fungsi memori lebih baik. 

Lantas, apa kata medis terkait manfaat menopause terlambat terhadap fungsi memori? Yuk, cari tahu fakta medis selengkapnya!

Sekilas Tentang Menopause Terlambat

Menopause adalah kondisi berakhirnya siklus haid. Pada kondisi ini, wanita mengalami penurunan jumlah hormon estrogen dan progesteron.

Melansir Center for Menstrual Disorders and Reproductive Choice, rata-rata wanita mengalami menopause pada usia 51 tahun. 

Namun, ada pula wanita yang tidak kunjung menopause meski usianya sudah lebih dari 50 tahun. Kondisi ini bisa terjadi akibat obesitas atau gangguan tiroid.

Pasalnya, pada berat badan berlebih atau obesitas, kadar lemak yang tinggi di dalam tubuh membuat estrogen meningkat. Pada akhirnya, menopause pun tidak kunjung terjadi.

Sementara itu, tiroid itu sendiri bertanggung jawab mengatur metabolisme tubuh. Saat tidak bekerja sebagaimana mestinya, tiroid bisa mengganggu sistem reproduksi wanita dan memicu gejala hot flashes serta gangguan suasana hati. 

Namun, di saat yang sama, wanita masih tetap mengalami haid.

Terlambat Menopause Bikin Kemampuan Memori Lebih Baik?

Studi yang dimuat dalam jurnal Neurology menyebut, wanita yang terlambat menopause dan aktif secara seksual memiliki kinerja kognitif lebih baik.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 1300 wanita itu menghimpun informasi terkait usia menopause serta aspek kesehatan reproduksi.

Penelitian juga menghimpun informasi partisipan terkait terapi penggantian hormon, operasi histerektomi, kemampuan kognitif ketika anak-anak, serta tingkat pekerjaan maupun pendidikan.

Para wanita berusia 43, 53, 60–64, serta 69 yang menjadi partisipan diminta mengikuti tes memori verbal guna mengetahui kecepatan pemrosesan kognitif. Pada tes tersebut, mereka diminta mengingat 15 kata sebanyak 3 kali. 

Melalui studi ini, wanita yang terlambat menopause 10 tahun disebut memiliki risiko demensia atau penyakit ingatan yang lebih rendah.

Menanggapi temuan itu, dr. Atika menyampaikan bahwa masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan manfaat menopause terlambat terhadap kemampuan memori. 

Pasalnya, penelitian tersebut masih cukup terbatas dan perbedaan kemampuan memori yang ditunjukkan juga tidak signifikan.

Berdasarkan dr. Atika, penyebab kemampuan memori yang berbeda pada menopause terlambat juga masih belum diketahui secara jelas.

Intinya, hingga kini belum ada bukti kuat yang mendukung menopause terlambat membuat wanita memiliki kemampuan memori lebih baik. 

Memiliki pertanyaan seputar kondisi kesehatan? Ingin tahu mengenai fakta tentang anggapan seputar medis yang Anda temukan di internet? 

sumber\foto | KlikDokter

reporter | jeremitaran

asli

Share:
Komentar

Berita Terkini