Awas..!!! Doyan Begadang Memicu Hipertensi

Editor: kairos author photo

 

Begadang salah satu efeknya bisa memicu hipertensi (tekanan darah tinggi). foto ilustrasi | klikdokter

kairos - KALAU kamu sering begadang, sejak sekarang kamu mungkin bisa menghentikannya. Soalnya, begadang rentan dengan munculnya hipertensi. Lantas bagaimana hubungan itu?

Sekadar diketahui, jam tidur setiap orang memang berbeda-beda. Ada yang maksimal jam 10 malam sudah tertidur pulas, tapi ada juga yang baru bisa tidur selepas tengah malam.

Bagi Anda yang terbiasa tidur larut malam alias begadang, apalagi jadi makin sering karena menonton pertandingan sepak bola, hati-hati karena begadang memicu hipertensi.

Anda pasti sudah tahu kualitas tidur sangat penting untuk dijaga, karena kekurangan waktu tidur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Sayangnya, pada era modern seperti ini, aktivitas dan pekerjaan sering kali dilakukan tanpa melihat atau mempertimbangkan waktu, sehingga waktu tidur tak lagi menjadi perhatian utama.

Antara Begadang dan Hipertensi

Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang kurang tidur dari 6 jam sehari memiliki risiko untuk mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi yang lebih tinggi ketimbang orang yang tidur cukup.

Selain itu, jika Anda sudah memiliki hipertensi, begadang bisa memperparah kondisi ini. Ini didapati lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.

Masih dari penelitian yang sama, disebutkan juga bahwa wanita yang tidur 5 jam atau kurang, berisiko hipertensi lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidur selama tujuh atau delapan jam sehari. 

Penelitian menunjukkan bahwa golongan yang paling “aman” adalah mereka yang tidur selama 7 atau 8 jam sehari. Sementara itu, mereka yang tidur selama 5 jam atau kurang adalah yang paling berisiko mengalami peningkatan tekanan darah.

Tak hanya itu, ternyata mereka yang tidur antara 5-6 jam pun masih tetap berisiko mengalami hipertensi ketimbang mereka yang tidur setidaknya 6 jam sehari.

Meskipun begitu, keharusan untuk tidur selama 7-8 jam sehari untuk mencegah hipertensi ternyata tidak berlaku untuk mereka yang berusia di atas 58 tahun (lansia), karena memang seperti yang telah diketahui, lansia butuh waktu tidur yang lebih sedikit.

Hal ini salah satunya disebabkan karena kemampuan tidur lansia yang sudah lebih berkurang dibandingkan saat mereka muda dulu. Jam tidur lansia adalah sekitar 5-6 jam dan mereka tetap bisa bangun dengan segar dan bugar keesokan harinya.

Kurang Tidur Sebabkan Hipertensi

Para ahli menduga ketika Anda tidur, terdapat pengaturan positif terhadap hormon stres yang dapat menjaga agar sistem saraf dan otak bekerja dengan baik dan berada dalam keadaan optimal.

Penelitian menemukan saat seseorang sedang tidur pulas, tekanan darahnya ternyata lebih rendah 10-20 persen dibandingkan dengan tekanan darah pada saat orang tersebut terbangun.

Nah, apabila Anda sering begadang dan kurang tidur dalam jangka waktu lama, dapat terjadi gangguan pada pengaturan hormon stres tersebut, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah.

Penting Tidur Cukup

Dari hasil penelitian yang dijelaskan sebelumnya, tidur bisa menjadi salah satu metode pengobatan hipertensi. Hal ini bisa tetap dilakoni meskipun Anda sudah mengonsumsi obat penurun tekanan darah tinggi secara teratur.

Apabila Anda mengalami kesulitan untuk tidur alias insomnia, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi hal tersebut. 

Periksakan juga jika Anda memiliki kondisi seperti sulit jatuh tidur (pulas), sering terbangun berkali-kali pada malam hari, terbangun dini hari atau pagi sekali dan tak bisa tidur lagi, atau jika Anda mengalami gangguan tidur berupa obstructive sleep apnea.

Begadang memang tidak dilarang, tapi usahakan untuk tetap menjaga kesehatan lewat makan makanan yang bergizi seimbang dan rutin berolahraga.

Cara seperti itu bisa mencegah terjadinya hipertensi. Semoga info ini bermanfaat!

sumber\foto | klikdokter

reporter | yey

asl!

Share:
Komentar

Berita Terkini