Duh..!!! Tangkap Anak Kiai, Polisi Disiram Kopi Panas

Editor: kairos author photo

 

AKBP Moh Nurhidayat, Kapolres Jombang  dan pimpinan Ponpes Shiddiqiyyah Ploso Jombang KH Muhammad Mukhtar Mukti saat akan menangkap anak sang kiai yang jadi tersangka kasus pancabulan santriwati, Moch Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi (42). foto | pojoksatu

kairos – PROSES  penangkapan anak Kiai Mukhtar Mukti Jombang, Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42) berlangsung dramatis.

Pasalnya, pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah Ploso, Jombang, Jatim itu menolak dan melarang polisi menangkap anaknya.

Sekadar diketahui, anak Kiai Mukhtar Mukti Jombang sudah menjadi tersangka kasus pencabulan santriwati di Ponpes Shiddiqiyyah Ploso, Jombang.

Proses penangkapan anak Kiai Mukhtar Mukti ini digelar Kamis (7/7/2020).

Ternyata, dalam penangkapan Mas Bechi itu, Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha disiram kopi panas.

Siraman kopi panas itu mengenai tubuh Kasat Reskrim Polres Jombang.

Pelaku penyiraman kopi panas kepada AKP Giadi Nugraha diduga dilakoni salah satu simpatisan Mas Bechi.

Kabar Kasat Reskrim Polres Jombang ini dibenarkan Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat.

Akibat siraman kopi panas itu, AKP Giadi Nugraha menderita luka ringan.

“Bukan luka berat. Biasa saja. Sudah diberi obat pereda panas,” keluh Nurhidayat.

Meski begitu, anggotanya tetap melanjutkan tugas menyisir Ponpes Shiddiqiyyah untuk menciduk anak Kiai Mukhtar Mukti.

“Kasat Reskrim tetap bisa melanjutkan tugasnya. Tidak ada masalah,” papar Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat.

Disebutkan pula, dalam upaya penangkapan Mas Bechi, polisi mengamankan 320 simpatisan DPO pencabulan santriwati itu, dan langsung dibawa ke Mapolres Jombang.

Polisi pun terus mencari keberadaan anak Kiai Mukhtar Mukti Jombang.

“Kita juga mengimbau kepada keluarga tersangka untuk koperatif membantu kami, sekali lagi kami mengimbau keluarga MSAT untuk koperatif, bantu kami,” tegas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto, Kamis (7/7/2022) sore.

Menurut polisi, dari 320 simpatisan Mas Bechi, 20 diantaranya masih tergolong anak-anak.

“Masih kita pilah-pilah, karena banyak juga yang dari luar kota, bahkan dari luar Jawa dari Lampung juga ada,” terangnya.

Darmanto menjelaskan, dalam kasus ini polisi sudah melakukan berbagai upaya humanis.

Diantaranya melewati dua kali praperadilan, tiga kali P19 dan empat kali koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Jombang.

“Sekali lagi, kita imbau keluarga MSAT untuk koperatif membantu kami,” ingatnya.

Pihaknya juga mengingatkan siapapun yang menghalangi proses hukum terhadap anak Kiai Mukhtar Mukti bisa diancam pidana sesuai pasal 19 UU Nomor 2 tahun 2002.

“Menghalangi upaya penyidikan kasus pelecehan seksual ini ancamannya 5 tahun,” tandas Dirmanto. 

sumber/foto | pojoksatu

reporter | agung

asl!

Share:
Komentar

Berita Terkini